Sekolah Pasar Kranggan Terapkan Praktik Pengelolaan Koperasi

Tribun Jogja – Selasa, 11 September 2012 08:52 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yosep Harry

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Ibu-ibu pedagang sekaligus anggota koperasi Pasar Kranggan Yogyakarta, dalam waktu 3 – 5 bulan ke depan akan menerapkan praktik pengelolaan koperasi dalam bentuk pelayanan jual beli barang kebutuhan pedagang. Persiapan praktik itu dinyatakan saat sekolah pasar periode II, di Pasar Kranggan, Senin (10/9/2012).

Pengelolaan koperasi dengan menyediakan barang kebutuhan pedagang itu merupakan strategi untuk membentengi pedagang dari pergerakan renternir dan bank. Biasanya, renternir menerapkan bunga pinjaman dengan besaran yang justru mencekik pedagang.

Penerapan itu didukung tim sekolah pasar, yang juga akan memberikan bantuan operasional Rp 50 juta kepada koperasi itu. Intinya, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan jual beli dan penyediaan barang kebutuhan pedagang.

Direktur Sekolah Pasar Awan Santosa mengatakan, sebelumnya telah digelar sekolah pasar periode I yang intinya mengajak pedagang untuk berkoperasi. Kali ini sekolah pasar mengajak pedagang untuk mengelola koperasi dengan manajemen lebih baik. Salah satunya dengan mengelola barang kebutuhan pasar atau pedagang.

Awan menjelaskan, dalam sekolah pasar itu ada 6 poin yang ditekankan. Pertama memberikan peluang bagi para pedagang untuk masuk anggota koperasi, yaitu mereka yang berdagang di pasar kranggan, tukang parkir, buruh gendong, dan pedagang. Kedua yaitu kepengurusan harus dibentuk agar dapat mengelola pasar dengan teratur.

Poin lainnya adalah anggota koperasi berhak mendapatkan pendidikan, lalu juga menjadikan koperasi sebagai pusat kulakan produk lokal. Yang kelima adalah membangun jaringan antar koperasi, dan keenam yaitu melibatkan koperasi dalam pengelolaan dan alokasi retribusi sarana properti pasar.

“Kini akan kami mulai dengan menjadikan koperasi sebagai pusat kulakan pedagang. Dengan begitu pedagang tidak tergantung renternir dan tengkulak. Harga murah dan ini akan menjadi rintisan pasar mandiri,” ungkap Awan, Senin (10/9/2012).

Siang itu, tim sekolah pasar lalu memfokuskan pengelolaan koperasi pasar untuk pelayanan sembako, minyak, telur, gula, dan kebutuhan lainnya. Selain itu juga direncanakan akan memenuhi sesuai permintaan pedagang, misak pakaian. Yang jelas, diharapkan para pedagang tidak mengajukan pinjaman dalam bentuk uang.

Relawan sekolah pasar, Sekar menyampaikan, peserta sekolah itu tak lain adalah para pedagang di Pasar Kranggan. Mereka yang berkumpul telah menjadi anggota koperasi. Bagi yang belum termasuk anggota, diharapkan dapat mendaftar. Bersatunya para pedagang pasar dalam koperasi itu, maka dapat untuk membentengi pedagang dari jeratan renternir yang merugikan.(ose)

http://jogja.tribunnews.com/2012/09/11/sekolah-pasar-kranggan-terapkan-praktik-pengelolaan-koperasi/