Semacam Cerita Perjalanan Safari Pasar Rakyat

LOGO SPR 1 fix - Copy

Semacam Cerita Perjalanan Safari Pasar Rakyat

Minggu, 7 Juli 2013 Tim Sekolah Pasar Rakyat: Junaedi Ghazali, Rindu Sanubari Mashita Firdaus, Khilda Maulidiah, Kharis Hardiyanto, Muhammad Ivan Raharjo, Akmal Part, dan Istianto Ari Wibowo jalan-jalan ke pasar rakyat di Kota Yogyakarta

Sekitar pukul 09.00 telah terdampar di Pasar Legi Kotagede langsung menikmati soto dan es cincau di monumen pasar di bawah pohon beringin. Seusai sarapan, tim kemudian masuk ke dalam pasar. Mbak Rindu dan Mas Anto mencicip kunir asem sembari ngobrol-ngobrol dengan bakul pasar. Minuman yang membuat Mbak Rindu berdebar-debar karena belum pernah merasakan. Juned ternyata juga udah nyangking dan ngemil puluhan tusuk sate. Setelah sekitar satu setengah jam di pasar, kami melanjutkan perjalanan ke makam raja, coklat monggo, dan labirin yang semuanya berada di sekitar Pasar Legi Kotagede. Di perjalanan, Mbak Rindu sempat mencicipi blimbing wuluh yang sangat enak. Mbak Rindu membawa oleh-oleh sekotak cokelat. Setelah jalan-jalan di Kotagede dengan dipandu oleh Mas Juned, tim kembali ke pasar.

Jelang meninggalkan pasar, Mas Anto tertarik dengan setumpuk sayuran. Kemudian menanyakan kepada Mas Kharis, apa nama sayuran itu? Dengan mantap Mas Kharis menjawab kalau sayuran itu adalah kangkung. Jawaban ini mengundang gelak tawa pedagang. Ternyata tak satupun anggota tim yang bisa mengidentifikasikan nama sayuran itu kecuali Mas Anto. Anak muda jaman sekarang! Tim SoPas meninggalkan Pasar Kotagede dengan membawa tiga ikat sayur gènjèr, sayur yang sempat jadi bahan perdebatan tadi.

Begerak dari Pasar Kotagede menuju Pasar Sentul. Dari sini, Mbak Khilda sudah tak terlihat. Dia pamit karena ada agenda lain. Tim menyebar untuk observasi pasar. Tim kemudian berkumpul di warung yang terletak di sebelah pinggir tengah pasar. Menikmati kopi, es teh, teh hangat, dan gorengan. Ngobrol-ngobrol dengan pedagang untuk menggali banyak hal. Sekitar satu jam di Pasar Sentul, tim bergerak ke depan Pura Pakualaman di seberang Pasar Sentul untuk makan siang. Sop ayam, ayam goring, lotek, kopi, es kopi, teh tarik, es teh menjadi penyembuh rasa lapar. Bercengkerama dengan pedagang dan pemusik tak lupa dilakukan.

Setelah makan, perjalanan dilanjutkan ke Pasar Legi Bugisan dipimpin oleh Mas Akmal. Ternyata Pasar Legi Bugisan telah senyap. Di tengah rasa kecewa (yang mungkin lebih parah dibanding rasa kecewa kalau ditolak sama bribikan), tim memutuskan untuk bergerak ke Pasar Klithikan Pakuncen.

Tak banyak yang dilakukan oleh tim di Pasar Klithikan Pakuncen. Kantor koperasi yang menjadi tujuan utama ternyata juga udah tutup. Mungkin karena juga udah kelelahan. Setelah kurang lebih satu jam nongkrong dan ngobrol dengan pedagang, tim memutuskan untuk meninggalkan pasar. Kampus ISI lama yang sekarang dikenal sebagai JNM menjadi tujuan. Disinilah tim SoPas beristirahat sejenak di bawah rindangya pohon beringin. Mas Ivan terlihat begitu nyaman tidur-tiduran.

Karena waktu sudah menjelang maghrib, Tim SoPas memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya, Tim SoPas pingin mampir di kandang rusa untuk memberi makan. Kandang rusa ini terletak di sebelah timur Fakultas Hukum UGM. Memberi makan rusa ternyata juga memancing rasa lapar. Akhirnya, Tim SoPas bergerak untuk mencari makan. Pedagang makanan di Gelanggang UGM menjadi sasaran. Kumandang adzan Maghrib menjadi alarm untuk kembali ke Bulaksumur B-2, Kantor Pusat Studi Ekonomi Kerakytan UGM tempat Sekolah Pasar Rakyat bernaung.

Itulah perjalanan safari kali ini. Perjalanan yang teramat menyenangkan dan mengenyangkan. Tunggu dan ikuti safari pasar berikutnya!