Pintar Berdagang di Sekolah Pasar

KBR68H – Toko-toko modern yang kian menjamur makin meminggirkan pasar trasdisional. Agar para pedagang tergusur Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mendirikan sekolah pasar. Sekolah pasar yang baru didirikan 2 bulan lalu bertujuan untuk mengembleng para pedangang supaya siap bersaing dengan toko-toko modern.Sejumlah pedagang tradisonal di Yogayakarta tengah duduk di atas tikar, di depan kios, mendengarkan penjelasan pengajar tentang simpan pinjam. Ini adalah bagian dari rangkain pelajaran di sekolah pasar. Sekolah ini disiapkan agar pedagang pasar tradisional di Yogya siap menghadapi gempuran toko modern. Program yang mereka jalankan di tahun 2012 ini adalah, Pendirian sekolah pasar dan pembagian kupon berhadiah.

Kepala Sekolah Pasar, Awan Santoso mengatakan seharusnya semua pedagang dipasar mendapatkan strategi dan cara mengembangkan dagangannya, jika tidak maka pasar tradisional lambat laun akan mati,kalah dengan toko modern

Tentunya ini adalah jawaban atas dominasi dari pasar modern yang dikuasai segelintir pemodal besar, dan kita menjawabnya dengan mencoba advokasi terhadap penguatan terhadap para pedagang pasarsehingga kikta harapkan jika merespon regulasi, atau kebijakan kita dapat bersama dengan pedagang pasar yang sudah sering diskusi dan berdialog dengan kita yaitu di sekolah pasar

Sekolah pasar, baru dimulai 2 bulan lalu itu, digagas oleh Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM. Sekolah yang diadakan seminggu 2 kali ini, cukup menarik perhatian pedagang. Sekitar 500 pedagang telah bergabung Pelajaran yang disiapkan pun sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Koordinator pendidikan Sekolah Pasar Istianto menerangkan, pelajaran yang dipilih adalah bagaimana cara pedagang terlepas dari rentenir, dan cara mempromosikan dagangan.

(Apa yang dipelajari dari sekolah pasar ini mas ?) ya, yang simple aja ya. Misalnya managemen retail, pencatatan arus barang, modal, lay out toko , pelayanan terhadap konsumen ya seperti itu.

Sebagian besar pedagang hanya mampu mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD). Sarjiyem adalah satu murid di sekolah pasar berharap pendidikan ini dapat membantunya mempertahankan bisnis sapu lidi yang telah digelutinya selama 10 tahun.

Diajari pembukuan tentang ada pemasukan da nada pengeluaran itu tho , kalau bisa disendiri – sendirikan. Kalau itu memang saya belum bisa , memang jualan mendapat laba tapi pemaskan dan pengeluaran itu kadang – kadang lebih banyak pengeluaran. Karena untuk makan itu, untuk sekolah itu, ya bagaimana ya ?

Strategi lain yang dilakukan pedagang adalah mengadakan pemberian kupon berhadiah.

Kepala Pasar kota Jogjakarta Ahmad Fadli mengatakan pemberian kupon ini untuk menarik masyarakat datang ke pasar. Pemberian kupon disesusikan dengan kelas pasar. Pasar kelas satu akan mendapatkan 1 kupon jika berbelanja empat puluh ribu rupiah, kelas dua 30 ribu rupiah. Sementara untuk pasar kelas tiga kupon diberikan untuk setiap belanja 20 ribu rupiah, dan pada pasar kelas empat untuk belanja 15 ribu rupiah

Jadi begini, memang terasanya saat ada kupon berhadiah. Tetapi setelah itu , orang khan tahu bagaimana pasar jadi istilah jawanya ketontho ( selalu ingin) datang ke pasar. kita juga ada inovasi lain juga khan, Jadi setelah ini juga ada lomba fashion show untuk anak – anak

Selain itu, para pedagang juga berserikat. Ketua Paguyuban pedagang pasar Jogjakarta Ujun Djunaedi serikat pedagang bertugas memantau janji pemerintah kota yang telah membuat peraturan daerah pelarangan pemberian ijin pembangunan toko modern disekitar pasar.

Kalau untuk persaingan terhadap pasar modern, kita sudah pernah audiensi dnegan walikota yang sAat ini sudah mengeluarkan perda tentang syarat pendirian toko modern, dan sudah dibatasi 52 dan kita akan terus memantau terhadap jumlah dan jarak pendirian toko modern dengan pasar tradisional

Pedagang berharap tetap mampu mempertahankan bisnis di pasar-pasar mereka, pekerjaan yang telah puluhan tahun memberikan kehidupan bagi mereka.

Berita di KBR 68h