Penutupan Sekolah Pasar Potorono Periode I

potorono

Mengawali tahun 2014, Sabtu 4 Januari, Sekolah Pasar memulai dengan menyelenggarakan acara penutupan Sekolah Pasar di Pasar Potorono, Bantul. Mengapa “ditutup”, khan baru aja dibuka ? Ternyata maksudnya ditutup bukan berarti Sekolah Pasar menghentikan kegiatannya sama sekali di pasar itu. Seperti dijelaskan oleh koordinatornya, Khilda Maulidiah, maksudnya penutupan adalah untuk menandai telah terselenggaranya program “kelas” sebanyak 12-13 kali pertemuan, yang memberikan berbagai materi pelatihan tentang berbagai hal menyangkut teori dan praktek berdagang, seperti masalah pembukuan, teknik melayani pelanggan, kalender musim, penataan barang dagangan, koperasi, dan lain-lain.

Revitalisasi Pasar Rakyat Untuk Apa dan Siapa?

LOGO SPR 1 fix - Copy

Revitalisasi Pasar Rakyat Untuk Apa dan Siapa[1]

Oleh: Puthut Indroyono[2]

 

Open Recruitment Relawan Sekolah Pasar

OR 2014 - Copy
Open Recruitment Relawan

Sekolah Pasar

Syarat umum:

1) Cinta dan peduli terhadap pasar tradisional.
2) Memiliki komitmen dan mau bekerjasama dengan relawan lain untuk menyelenggarakan program-program sekolah pasar.
3) Meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk terjun ke lapangan sesuai minat
4) Mengirim formulir pendaftaran dan daftar riwayat hidup.

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

LOGO SPR 1 fix - Copy

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat
di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

Tak terasa telah satu tahun Sekolah Pasar Rakyat melakukan pendampingan di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo. Kini kami akan memaparkan perjalanan setahun Sekolah Pasar Rakyat di dua pasar tersebut. Cerita perjalanan ini sekaligus menjadi media pertanggungjawaban dari Sekolah Pasar Rakyat kepada pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan. Selamat membaca.

Semacam Cerita Perjalanan Safari Pasar Rakyat

LOGO SPR 1 fix - Copy

Semacam Cerita Perjalanan Safari Pasar Rakyat

Minggu, 7 Juli 2013 Tim Sekolah Pasar Rakyat: Junaedi Ghazali, Rindu Sanubari Mashita Firdaus, Khilda Maulidiah, Kharis Hardiyanto, Muhammad Ivan Raharjo, Akmal Part, dan Istianto Ari Wibowo jalan-jalan ke pasar rakyat di Kota Yogyakarta

Sekitar pukul 09.00 telah terdampar di Pasar Legi Kotagede langsung menikmati soto dan es cincau di monumen pasar di bawah pohon beringin.