Koperasi Pasar dan Pasar Rakyat

Demikianlah rata-rata nasib rakyat kita dan ekonominya. Dua kali rugi, sebagai si penjual ia menjual dengan semurah-murahnya; sebagai si pembeli ia membeli dengan semahal-mahalnya.

(Mohammad Hatta, 1933)

Kalimat Bung Hatta tersebut masih relevan untuk menggambarkan situasi pada saat ini. Kondisi tersebut terjadi karena rakyat Indonesia yang berusaha dalam skala kecil berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itulah, Bung Hatta menganjurkan agar usaha-usaha rakyat yang serba kecil itu untuk bersekutu (berorganisasi) atau berkooperasi untuk memperkuat diri agar kondisi yang telah disebut tidak selamanya terjadi.

Koperasi pasar dan pasar rakyat merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Satu dengan yang lainnya saling melengkapi dan saling terikat. Koperasi pasar seharusnya dapat menjadi suatu lembaga yang mendukung kegiatan pedagang pasar. Koperasi bisa menjadi motor penggerak kebangkitan pasar rakyat.

Koperasi pasar memiliki peran strategis antara lain:

1. Sebagai wadah pedagang pasar

Koperasi pasar menjadi sarana pemersatu dan pembela pedagang pasar.

2. Memberikan pendidikan kepada anggota koperasi (pedagang pasar)

Koperasi pasar memberikan pengetahuan tentang pentingnya berkoperasi dan pendidikan tentang cata/teknik berdagang .

3. Sebagai penyedia kebutuhan dana bagi pedagang pasar.

4. Sebagai penyedia supplier barang dagangan dan konsumen.

Koperasi pasar berperan sebagai koperasi distribusi yang bekerja sama dengan koperasi produsen seperti koperasi tani dan koperasi konsumen seperti koperasi buruh. Barang yang tersedia di pasaran masih cukup mahal. Hal tersebut terjadi karena rantai distribusi panjang yang dilalui berbagai komoditas untuk sampai ke tangan penjual dan sampai ke tangan konsumen. Jika rantai tersebut bisa diperpendek, dan hanya berlangsung hubungan antara koperasi tani dan koperasi konsumen maka harga di pasaran bisa lebih murah.

Syarat:

1. Keanggotaan lebih terbuka dan tidak tertutup

Keanggotaan koperasi di Indonesia meupakan keanggotaan yang tertutup. Misalkan, tidak semua orang bisa menjadi anggota koperasi A, koperasi B, atau koperasi C. Koperasi pasar, adalah koperasi yang keanggotaannya ‘hanya’ menerima pedagang pasar. Kita sebagai orang awam yang notabenenya bukan sebagai pedagang pasar tidak bisa menjadi anggota dari koperasi pasar tsb. Padahal, jika orang luar boleh menjadi anggota pasar tersebut, banyak keuntungan yang bisa didapatkan, oleh masing-masing pihak.

2. Pengembangan unit usaha

Menjalin kerjasama dengan koperasi produsen (penyedia barang dagangan yang dijual oleh pedagang pasar seperti koperasi tani) dan koperasi konsumen (sebagai pelanggan pedagang seperti koperasi buruh)

3. Pendidikan anggota

Untuk mengembangkan koperasi pasar tersebut dibutuhkan juga peningkatan pendidikan bagi para anggotanya. Tak jarang kualitas jauh lebih baik daripada kuantitas. Apalagi, kualitas ini dibutuhkan untuk mengembangkan koperasi pasar. Dan ini ada kaitannya dengan pengembangan pasar tradisional itu sendiri.

Berkaca Pada Gerakan Koperasi Internasional

Koperasi di dunia memiliki omset bernilai trilyunan rupiah. Koperasi bisa berkembang dengan pesat karena mereka membuka keanggotaan seluas-luasnya dengan merajut seluruh pelaku ekonomi.

Daftar 10 Besar Koperasi di Dunia

No/Nama/ Negara/ Sektor/ Omset (miliar USD)

1 Credit Agricole Group/ Perancis/ Perbankan/ 105,58

2 Group Caisse D’Epargne/ Perancis/ Perbankan/ 58,54

3 Zen-Noh/ Jepang/ Agrikultur/ 56,99

4 Confederation Nationale du Credit Mutuel/ Perancis/ Perbankan/ 56,69

5 Zenkyoren/ Jepang/ Agrikultur/ 52,33

6 ReWe Group/ Jerman/ Retail/ 49,6

7 E. Leclerc/ Perancis/ Retail/ 48,3

8 Rabobank Group/ Belanda/ Perbankan/ 43

9 National Agricultural Cooperative Federation/ Korea/ Agrikultur/ 32,39

10 CHS Inc/ AS/ Agrikultur/ 32,17

Sumber: Global 300 Report 2011, ICA

Istianto Ari Wibowo

Koordinator Divisi Pendidikan Sekolah Pasar