[ETNOGRAFI] KUNJUNGAN KE PASAR COKRO KEMBANG KLATEN #1

eb-27

 

Waktu             : 6 Mei 2018

Pukul              : 10.00 WIB

Anggota team : Ade, Erly, Zaki, Patiha

 

HASIL PEMERIKSAAN MESIN PENGOLAH SAMPAH

  • MESIN PENGGILING/PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK

Fungsinya untuk mengahcurkan sampah organik, seperti buah-buahan, sayran dan lainnya. Jenis mesin diesel, berbahan bakar solar. Dengan kapasitas kerja penggilingan 10 kg-15 kg, kapasitas tangki  5 liter dan kecepatan RPM 1500-1700. Kondisi mesin ketika diperiksa kurang layak digunakan, karena kondisi mesin gasket bocor jadi oli tercecer keluar. Kemudian cat body, laker dan connecting rod mulai berkarat karena tidak digunakan sudah lama.

 

  • MESIN PENCAMPUR BAHAN PUPUK ORGANIK

Fungsinya untuk mencampurkan sampah dengan bahan tambahan lainnya, sebelum di fermentasi. Jenis mesin OHV ( OVER HEAD VALVE ), berbahan bakar bensin. dengan kapasitas kerja pencampuran 10 kg- 15 kg, kapasitas tangki  4 liter dan kecepatan RPM 1400 -1500. Kondisi mesin ketika diperiksa kurang layak digunakan, karena kondisi body berkarat, laker berkarat, busi hilang, rantai pegerak berkarat, alasannya tidak digunakan sudah lama.

 

  • MESIN PENGAYAK/ PEMISAH SETELAH DI FERMENTASI

Fungsinya untuk mengayak / pemilah air, batu, dan bahan yang tidak digunakan untuk pupuk. Jenis mesin OHV ( OVER  HEAD VALVE ), berbahan bakar bensin. Dengan kapasitas kerja pengayakan 5 kg – 6 kg, kapsaitas tangki 4 liter dan kecepatan RPM 1400-1500. Kondisi mesin keika diperiksa kurang layak digunakan, karena kondisi body berkarat, laker berkarat, busi hilang, rantai pegerak berkarat, alasannya tidak digunakan sudah lama.

 

Untuk pengolahan sampah ini harus dipersiapkan dlu SDM nya, Tetapi untuk sekarang bukan pengolahan sampah yang di inginkan, tetapi pembentukan SDM nya terlebih dulu.


HASIL PERTEMUAN DENGAN BUK JEKI

Kami ber empat bertemu dengan buk jeki ( pedagang di pasar ) sekaligus sekretaris. Buk jeki menjelaskan beberapa hal kondisi yang sedang terjadi di pasar cokro kembang klaten kepada kami diantaranya :

  • Tidak ada penerus / pengganti karena alasannya tanggung jawabnya berat, upah sedikit sekitar 100- 200 k pertahun.
  • Pedagang sering meminjam ke BMT padahal bunganya 20 %. Padahal anggota koperasi yang ada sekitar 70 orang dari 400 pedagang dengan rata- rata anggota SDM koperasi umur 50 tahun ke atas.
  • Angsuran perbulan macet-macet, kurang adanya tanggung jawab atau rasa peduli untuk kemajuan koperasi.
  • Tidak ada keinginan atau inisiatif untuk bertanya kepada pengurus koperasi.
  • Masalah mesin harus di urus oleh pengurus pasar.

 

HASIL PETEMUAN DENGAN BUK HANI

  • Buku saku belum dibagikan ke setiap anggota.
  • Masih mengunakan buku saku lama, bukan karena susah mengisi tetapi mau melanjutkan buku yang lama.
  • Belum ada perubahan atau pergerakan pada setiap pedagang dan anggota koperasi.
    • Pertemuan setiap wage tgl 20
 
*Gambar ilustrasi oleh  Julianna Kuruhiira dan Phil Bartle
 
PASAR TRADISIONAL, NEXT GENERATION TRADITIONAL MARKET -