Category Archives: Pasar Cokrokembang

Rabu Legi di Pasar Cokrokembang

DSC02934

Rabu Legi di Pasar Cokrokembang

ditulis oleh Istianto Ari Wibowo

Tim SPR berangkat dari Mabes sekitar pukul 11.00. Personil yang berangkat adalah Kang Anto (Kadiv Pendidikan), Michelle (Divisi Sosial Marketing SPR), dan Hamzah (BPPM Balairung UGM). Michelle berangkat demi keperluan penulisan buletin SPR. Hamzah datang ke Pasar Cokro untuk menyusun tulisan bagi Balairung yang pada edisi berikutnya akan mengangkat tentang pasar rakyat.

Tim sampai di Pasar Cokrokembang sekitar pukul 13.30. Perjalanan ke Pasar Cokro membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya karena di tengah jalan kami memutuskan untuk mencoba mencari jalan lain. Upaya luhur dan mulia ini berujung dengan muter-muter ga jelas atau biasa disebut dengan istilah TERSESAT! :(

Pembukaan Sekolah Pasar Cokrokembang Periode 2

Pembukaan
Sekolah Pasar Cokrokembang Periode 2

ditulis oleh Nofi Rofiana Sinta Dewi

Jum’at ceria… :)

Hari ini SoPas punya agenda ke Pasar Cokrokembang untuk membuka Sekolah Pasar periode ke-2. Tim SoPas yang terdiri dari Pak Puthut, Pak Awan, Mas Anto, Ryan, Abidah, dan saya sendiri (Fifi) bersiap dari jam 08.00 dan berangkat jam 09.10. Selama perjalanan yang lumayan lama, yaitu 1 jam lebih, akhirnya tim SoPas tiba di Pasar Cokro. Kami langsung menyebar ke pedagang. Abidah beli buah duku yang asem :( Aku beli buah manggis dan pet* (sensor). Hehe..

Acara masih jam 13.00, masih ada waktu dua jam bisa jalan-jalan di pasar. Temen-temen diajakin ke pemandian ga ada yang mau :( Hiks..

Pembukaan Sekolah Pasar Cokrokembang, Klaten

Membangun Koperasi Sejati

“Saya pernah aktif berdagang di dalam pasar selama sebelas tahun¸ kemudian karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga membuat saya banting setir berdagang di luar pasar” merupakan kata-kata awal yang disampaikan Ibu Isnaini saat memberikan materi kelas ke-3 di Pasar Cokro Kembang. Ia membawakan materi tentang kewirakoperasian pada tanggal 3 Oktober 2012.

Sebelum memasuki pokok bahasan tentang koperasi, bu Is berusaha mengajak semua peserta untuk berkaca mengevaluasi diri masing-masing dalam berperilaku ekonomi. Ia mengingatkan prinsip kesederhanaan dalam beperilaku akan sangat menentukan kesuksesan dalam mengembangkan usaha/bisnis. “Bukankah agama kita selama ini telah mengajarkan kesederhanaan hidup?” tanya Bu Isnaini kepada para pedagang.

Catatan Sekolah Pasar Cokro Kembang: UBAH HARI PASARAN JADI HARIAN

Pasar Cokro Kembang

Oleh : Puthut Indroyono

Hari-hari ini rencana mengubah layanan pasar Cokrokembang menjadi pasar harian (buka setiap hari) menjadi bahan diskusi penting. Di satu pihak pengelola pasar merasa perlu mendorong kebijakan itu untuk meningkatkan peranan pasar percontohan, namun di lain pihak ada beberapa kendala diungkapkan oleh para pedagang jika harus membuka lapak/kiosnya setiap hari. Karena pada kenyataannya sudah ada upaya para pedagang membuka pasar Cokrokembang di luar kebiasaan hari pasarannya, tidak juga diimbangi oleh ramainya pembeli yang datang.

Pasar Cokrokembang di kecamatan Tulung, kabupaten Klaten yang baru diresmikan Menteri Perdagangan Januari lalu, kini seolah-olah mengemban beban berat mengubah orientasi hari pasaran menjadi harus buka setiap hari. Bangunan baru dengan fasilitas yang relative lengkap untuk sebuah pasar desa, dianggap cukup memadai untuk mengubah orientasi pasar yang secara tradisional buka pada hari-hari tertentu, menjadi “harus” buka setiap hari. Investasi milyaran rupiah yang telah dikeluarkan pemerintah perlu dimanfaatkan secara maksimal pemanfaatannya, sehingga tingkat pengembalian modalnya dapat lebih cepat.