Category Archives: Cerita dari Lapangan

ETNOGRAFI RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI MAJU LANCAR PASAR COKROKEMBANG KLATEN

Kondisi RAT Koperasi Cokrokembang

Oleh : Laila Listiana Ulya (Divisi POSDM)

Pada hari Senin, tanggal 21 Maret 2016, Pak Puthut bersama perwakilan dari Sekolah Pasar, Laila, mendatangi undangan RAT Koperasi Maju Lancar Pasar Cokro Kembang Klaten. Koperasi tersebut merupakan hasil inisiasi Sekolah Pasar pada tahun 2013. Kami berdua berangkat dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mengendarai mobil pada pukul 08.30 WIB. Perjalanan ke lokasi melewati jalur pedesaan yang asri, hijau, dan banyak sumber mata air jernih. Sekitar pukul 10.00 WIB, kami tiba di Pasar Cokro Kembang Klaten.

Kondisi fisik pasar bersih dari sampah, rapi, dengan bentuk bangunan pasar yang tinggi menjulang. Pasar Cokro Kembang termasuk pasar yang besar untuk ukuran sebuah pasar kecamatan. RAT diadakan di lantai 2 kantor pengelola pasar. Ketika kami datang disambut oleh ketua koperasi sekaligus ketua paguyuban, Pak Sulis. Pada pukul 10.00-10.30 WIB digunakan untuk registrasi peserta RAT. Terdapat kurang lebih 50 orang anggota datang dalam RAT. Terlihat beberapa anggota menyerahkan iuran wajib kepada bendahara koperasi dengan membawa buku tabungan sebelum acara dimulai. Simpanan wajib koperasi sebesar Rp. 100.000, sedangkan simpanan wajibnya sebesar Rp. 10.000/bulan. Ketika koperasi ini berdiri pada tahun 2013, jumlah anggotanya sebanyak 60 orang, namun hingga tahun 2016 ini anggotanya hanya bertambah 8 orang menjadi 68 orang.

Pada pukul 10.30-11.00 WIB, RAT dibuka dengan beberapa sambutan. Pertama sambutan dari lurah pasar. Lalu ketua koperasi sekaligus ketua paguyuban. Beliau memaparkan laporan keuangan koperasi, diantaranya adalah dana koperasi saat ini ada sebesar Rp 51.983.000. Terakhir adalah sambutan dari PUSTEK, Pak Puthut. Dalam sambutannya beliau menjelaskan mengenai konsep dan tujuan dari sebuah RAT yaitu dalam RAT anggota adalah pemegang kekuatan tertinggi sehingga semua keputusan akan diputuskan bersama-sama oleh anggota. Salah satu tujuan RAT adalah regenerasi yaitu kesepakatan untuk mengganti kepengurusan. Beliau memberikan contoh, Sekolah Pasar telah empat kali melakukan RAT dan empat kali mengadakan pergantian kepengurusan.

Pada pukul 11.00 WIB rapat musyawarah dimulai. Moderator yang saat itu dipegang oleh Pak Sulis, memimpin jalannya rapat. Beliau mempersilahkan anggota untuk bertanya dan memberikan usulan. Ketika ada usulan yang bersifat teknis pelaksaan koperasi dan dirasa tidak terlalu mengganggu maka pengurus memberikan feedback dan semua anggota menyetujuinya dengan bertepuk tangan seperti adanya usulan diadakan kartu angsuran agar anggota bisa melacak kondisi hutangnya pada koperasi. Koperasi pasar disepakati tetap akan buka setiap pon legi. Sistem pembayaran cicilan bisa dilakukan tiap minggu. Pertemuan koperasi akan diadakan setiap kliwon.

Ada salah satu anggota yang bertanya mengenai mekanisme pembayaran cicilan. Kemudian bendahara menjelaskan bahwa jika anggota meminjam uang Rp. 1.000.000 maka angsurannya sebesar Rp. 120.000 selama 10 kali. Sedangkan jika meminjam uang Rp. 2.000.000 maka angsurannya sebesar Rp. 240.000 selama 10 kali. Bendahara koperasi menghimbau pada anggota yang meminjam uang, wajib membayar cicilannya setiap bulan agar modal koperasi tidak habis. Setelah RAT selesai akan diadakan pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) sebesar Rp. 60.000 kepada para anggota yang pinjamannya sudah lunas. Sedangkan anggota yang belum melunasi pinjaman, SHU akan ditangguhkan terlebih dahulu. Lalu pada hari ini, koperasi tidak bisa mengeluarkan pinjaman terlebih dahulu kepada anggota yang belum melunasi pinjamannya. Pinjaman akan diberikan kepada anggota yang sudah melunasi pinjaman dan yang memiliki riwayat baik ketika meminjam yaitu membayar dengan rutin.

Kemudian ada anggota yang mengusulkan adanya koperasi sembako, dimana anggota bisa meminjam sembako seperti gula, beras, dan lain-lain dari koperasi, namun ketua koperasi menyatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan karena keterbatasan modal. Kemudian, Pak Puthut memberi gambaran bahwa dalam RAT, terdapat keputusan yang bisa langsung diputuskan atau dieksekusi saat itu juga, namun juga ada keputusan butuh pertimbangan dan diputuskan nanti. Usulan tersebut ditulis dan didiskusikan kemudian sambil melihat kondisi sehingga usulan mengenai pengadaan koperasi sembako untuk sementara ditulis dan disimpan. Lalu beliau juga memberikan usulan agar koperasi membuat bagian pengembangan usaha agar usaha koperasi lebih variatif dan semakin berkembang, bukan sekedar simpan pinjam. Ada anggota yang menyatakan bahwa sektor parkir memiliki peluang yang menjanjikan untuk koperasi, namun saat ini pengelolaannya masih oleh 1 atau 2 orang. Ada kesepakatan bahwa area parkir, listrik, dan air nantinya akan dikelola sendiri oleh koperasi.

Pada pukul 11.30, lurah pasar memberi isyarat kepada ketua koperasi dengan menganggukan kepala untuk menutup jalannya rapat. Lalu ketua menutup rapat. Tidak ada pembahasan isu mengenai kepengurusan koperasi sehingga kepengurusan koperasi setahun depan akan sama dengan 3 tahun lalu tanpa ada perubahan. Padahal dalam RAT diharapkan akan ada pergantian pengurus sehingga ada penyegaran dan pengembangan koperasi ke arah yang lebih baik jika koperasi dipegang oleh orang-orang yang mempunyai semangat juang tinggi untuk mengembangkan koperasi, seperti Bu Sri Rejeki. Setelah acara selesai, pihak pengurus memberikan dooprize kepada semua anggota koperasi. Pada pukul 11.45, kami pamit pulang menuju PUSTEK.

Tasyakuran 2 Tahun Cokrokembang

 

tasyakuran cokro 16jan

Kumandang Ayat suci Al Qur’an mengawali acara tasyakuran di serambi pasar Cokrokembang 16 Januari 2014. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati 2 tahun kepindahan  pedagang dari pasar lama ke pasar baru yang dibangun oleh pemerintah pada tahun 2011. Hadir pada kesempatan itu perwakilan pedagang, pengurus paguyuban dan koperasi pasar “Maju Lancar”, perwakilan masyarakat sekitar, serta lurah dan wakil dari pemkab Klaten.

Penutupan Sekolah Pasar Potorono Periode I

potorono

Mengawali tahun 2014, Sabtu 4 Januari, Sekolah Pasar memulai dengan menyelenggarakan acara penutupan Sekolah Pasar di Pasar Potorono, Bantul. Mengapa “ditutup”, khan baru aja dibuka ? Ternyata maksudnya ditutup bukan berarti Sekolah Pasar menghentikan kegiatannya sama sekali di pasar itu. Seperti dijelaskan oleh koordinatornya, Khilda Maulidiah, maksudnya penutupan adalah untuk menandai telah terselenggaranya program “kelas” sebanyak 12-13 kali pertemuan, yang memberikan berbagai materi pelatihan tentang berbagai hal menyangkut teori dan praktek berdagang, seperti masalah pembukuan, teknik melayani pelanggan, kalender musim, penataan barang dagangan, koperasi, dan lain-lain.

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

LOGO SPR 1 fix - Copy

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat
di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

Tak terasa telah satu tahun Sekolah Pasar Rakyat melakukan pendampingan di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo. Kini kami akan memaparkan perjalanan setahun Sekolah Pasar Rakyat di dua pasar tersebut. Cerita perjalanan ini sekaligus menjadi media pertanggungjawaban dari Sekolah Pasar Rakyat kepada pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan. Selamat membaca.

Koperasi Pasar Grabag dan Naik Kapal

g (5)

Koperasi Pasar Grabag dan Naik Kapal

oleh Dyah Sekar Sri Panuluh

Berangkat dari Pustek pukul 08.54 dan personil yang berangkat adalah Mas Anto, Lily, Rindu, Fifi, Sekar, Ryan, dan  Aziz. Jalanan rame, berhenti untuk makan di RM. Prima Rasa. Makan tongseng 3, bebek 2, ayam 3. Ternyata mereka doyan makan semua :p Jalan lagi pukul 10.09, acara mulai pukul 11.00.

Sampai di Pasar Grabag pukul 11.30. Mampir di kios Bu Tini, acara belum mulai. Mas Anto dan Ryan pesen kopi pahit, yang lain es jeruk. Yang kamera besar dipakai foto dokumenter. Yang kamera pocket dipakai untuk video dokumentasi.