Category Archives: Cerita dari Lapangan

[ETNOGRAFI] KUNJUNGAN KE PASAR COKRO KEMBANG KLATEN #1

eb-27

 

Waktu             : 6 Mei 2018

Pukul              : 10.00 WIB

Anggota team : Ade, Erly, Zaki, Patiha

 

HASIL PEMERIKSAAN MESIN PENGOLAH SAMPAH

  • MESIN PENGGILING/PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK

Fungsinya untuk mengahcurkan sampah organik, seperti buah-buahan, sayran dan lainnya. Jenis mesin diesel, berbahan bakar solar. Dengan kapasitas kerja penggilingan 10 kg-15 kg, kapasitas tangki  5 liter dan kecepatan RPM 1500-1700. Kondisi mesin ketika diperiksa

ETNOGRAFI RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI MAJU LANCAR PASAR COKROKEMBANG KLATEN

Kondisi RAT Koperasi Cokrokembang

Oleh : Laila Listiana Ulya (Divisi POSDM)

Pada hari Senin, tanggal 21 Maret 2016, Pak Puthut bersama perwakilan dari Sekolah Pasar, Laila, mendatangi undangan RAT Koperasi Maju Lancar Pasar Cokro Kembang Klaten. Koperasi tersebut merupakan hasil inisiasi Sekolah Pasar pada tahun 2013. Kami berdua berangkat dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM mengendarai mobil pada pukul 08.30 WIB. Perjalanan ke lokasi melewati jalur pedesaan yang asri, hijau, dan banyak sumber mata air jernih. Sekitar pukul 10.00 WIB, kami tiba di Pasar Cokro Kembang Klaten.

Kondisi fisik pasar bersih dari sampah, rapi, dengan bentuk bangunan pasar

Tasyakuran 2 Tahun Cokrokembang

 

tasyakuran cokro 16jan

Kumandang Ayat suci Al Qur’an mengawali acara tasyakuran di serambi pasar Cokrokembang 16 Januari 2014. Acara yang diselenggarakan untuk memperingati 2 tahun kepindahan  pedagang dari pasar lama ke pasar baru yang dibangun oleh pemerintah pada tahun 2011. Hadir pada kesempatan itu perwakilan pedagang, pengurus paguyuban dan koperasi pasar “Maju Lancar”, perwakilan masyarakat sekitar, serta lurah dan wakil dari pemkab Klaten.

Penutupan Sekolah Pasar Potorono Periode I

potorono

Mengawali tahun 2014, Sabtu 4 Januari, Sekolah Pasar memulai dengan menyelenggarakan acara penutupan Sekolah Pasar di Pasar Potorono, Bantul. Mengapa “ditutup”, khan baru aja dibuka ? Ternyata maksudnya ditutup bukan berarti Sekolah Pasar menghentikan kegiatannya sama sekali di pasar itu. Seperti dijelaskan oleh koordinatornya, Khilda Maulidiah, maksudnya penutupan adalah untuk menandai telah terselenggaranya program “kelas” sebanyak 12-13 kali pertemuan, yang memberikan berbagai materi pelatihan tentang berbagai hal menyangkut teori dan praktek berdagang, seperti masalah pembukuan, teknik melayani pelanggan, kalender musim, penataan barang dagangan, koperasi, dan lain-lain.

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

LOGO SPR 1 fix - Copy

Satu Tahun Sekolah Pasar Rakyat
di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo

Tak terasa telah satu tahun Sekolah Pasar Rakyat melakukan pendampingan di Pasar Cokrokembang Klaten dan Pasar Grabag Purworejo. Kini kami akan memaparkan perjalanan setahun Sekolah Pasar Rakyat di dua pasar tersebut. Cerita perjalanan ini sekaligus menjadi media pertanggungjawaban dari Sekolah Pasar Rakyat kepada pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungan. Selamat membaca.