Category Archives: Artikel dan Opini

Neoliberalisme dan Pasar Tradisional

….imagine all the people, sharing all the world…
-John Lennon, Imagine

Mindset masyarakat pada umumnya terhadap Pasar Tradisional adalah pasar yang isinya kumpulan para pedagang menengah ke bawah (baca: kecil). Dalam konteks ini, sering disebut UMKM. Isu terhadap para pedagangpun sering dikaji dalam ilmu-ilmu sosial. Uniknya, ilmu ekonomi justru sangat sedikit menyentuh realitas kehidupan para pelaku ekonomi menengah ke bawah ini (mikro).

Revitalisasi Pasar Rakyat Untuk Apa dan Siapa?

LOGO SPR 1 fix - Copy

Revitalisasi Pasar Rakyat Untuk Apa dan Siapa[1]

Oleh: Puthut Indroyono[2]

 

Happiness at “Beringharjo” Market: There you can find every single thing you need!!

Craft area in the third floor of beringharjo market,,,

Happiness at “Beringharjo” Market: There you can find every single thing you need!!

ditulis oleh Mega Aisyah Nirmala

This morning, I had a little conversation with my mom while having our breakfast. We come to the conclusion that we’re going to the market right away. In less than 30 minutes, we’re ready to leave for Beringharjo market. Beringharjo market is one of the oldest markets and also the biggest in my hometown, Jogjakarta.

Sekolah Pasar Kranggan: Cerita dari Perjalanan Periode I

Oleh Istianto Ari Wibowo

Awal Cerita

Lebih dari 13 ribu pasar dengan sekitar 13 juta pedagang yang menggantungkan hidup. Itulah pasar tradisional (pasar rakyat). Jumlah yang hanya bisa “dikalahkan” oleh sektor pertanian. Pada sektor pertanian telah banyak yang turun melakukan penguatan. Namun, selain pemerintah sepertinya masih sedikit yang melirik pasar rakyat. Padahal, sekali lagi, sektor ini adalah sektor terbesar kedua setelah pertanian dalam perekonomian Indonesia. Potensi yang teramat besar dan seiring dengannya tentu memiliki permasalahan yang sangat pelik.

Membatasi Ritel Modern?

Oleh Awan Santosa

Mengapa “ritel modern” harus dibatasi? Demikian pertanyaan yang sering disampaikan, justru oleh pemangku kebijakan, terutama di saat sedang menyusun peraturan. Sepertihalnya beberapa Kabupaten di DIY yang saat ini sedang menyusun Raperda “Penataan Pasar Tradisional dan Pasar Modern”, mudah-mudahan tulisan berisi 3 (tiga) pokok alasan ini dapat memberikan jawaban.